Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Susur Sungai Kerbau Rawa Bati Bati

Si Ampun Foto IG by nchoy_fff

Kerbau Rawa Bati-Bati salah satu tempat yang bisa dibilang masih begitu banyak jumlahnya ada sekitar 300an (hingga tahun 2017)
kata si bapak disini kita bisa naik kelotok keliling sungai melihat air jernih dan pemandangan rumput hijau luas sejauh mata memandang
.
Desa Banua Raya, Bati2 kab.Tala

Buah Kalangkala

Si Ampun Foto IG By : datubalambika

Buah Kalangkala ini merupakan salah satu buah yang menjadi kekayaan alam bumi Kalimantan yang termasuk buah langka. Mungkin buah ini tidak cukup familiar di telinga anak muda sekarang. Apalagi mereka yang merupakan masyarakat pendatang atau anak yang lahir di perkotaan.

Di dalam klasifikasi tumbuhan, Kalangkala tergolong ke dalam divisio Spermatophyta (Tumbuhan biji), Sub Divisio Angiospermae (Tumbuhan berbiji tertutup), Klas Dicotyledoneae (Tumbuhan berkeping dua). Tanaman ini tergolong kedalam tanaman keras/tahunan (paranual), berupa pohon (arbor), tinggi 10 – 20 m. Percabangan jarang tidak terlalu rapat. Daun tunggal, besar, bentuk memanjang. Buah berbentuk bulat, kulit buah lunak, separoh buah ditutup oleh kelopak buah yang keras berwarna hijau. Kulit buah muda hijau, berangsur-angsur merah kalau matang. Daging buah lunak, berwarna putih. Biji berbentuk bundar, keras berwarna coklat.

Buah kalangkala ini biasanya sangat enak sebagai teman makan nasi. Untuk menyantap buah kalangkala ini harus diolah dulu. Cara mengolahnya sangat sederhana. Kalangkala dicuci hingga bersih. Kemudian cukup merendamnya dengan air hangat (80 derajat celcius) dan taburi sedikit garam. Rendam minimal selama satu jam sebelum dihidangkan. Warna daging yang tadinya hijau akan berubah merah muda saat matang. Dengan demikian kalangkala sudah bisa dinikmati.

Buah Gitaan

Si Ampun Foto IG By : Ninasyabila69

Kalimantan Selatan kaya akan berbagai jenis tanaman buah, namun sebagian besar juga mulai sulit dicari. Gitaan adalah salah satu jenis buah yang mulai sulit ditemukan di Kalimantan Selatan. Buah Gitaan mungkin bisa dilihat di lapak pedagang tradisional di pinggir jalan provinsi Kalimantan Selatan dan pada "musim buah" saja.
 
Saat ini, awal bulan Desember 2014, buah Gitaan mulai terlihat dijual oleh pedagang buah kecil di sekitar Astambul Kabupaten Banjar. Buah Gitaan memang bukanlah buah kesukaan banyak orang. Buah yang memiliki rasa asam-asam manis tersebut, daging buahnya agak tipis dan agak berlendir/berair. Warna biji coklat, pipih dengan ukuran panjang 2,1-2,5 cm, lebar 1,3-1,5 cm.

Tanaman Gitaan tumbuh merambat, dengan ukuran batang sebesar lengan orang dewasa dan berwarna coklat, dan bergetah putih. Daunnya berbentuk lanceolatus, dengan ujung dan pangkal daun meruncing, berwarna hijau tua. Buahnya bulat, dengan kulit halus, berwarna hijau ketika masih muda dan berwarna hijau kekuningan hingga orange ketika sudah masak.

Tanaman Gitaan masih dapat ditemukan di wilayah Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan. -BPTP KALSEL


Sarunai

Si Ampun Foto IG By : Sultan_Banjar

Pernah bamainan atau mendangar lagu cuk cuk bimbi???
"CUK CUK BIMBI,BIMBI KU DALAM SARUNAI.
TACUCUK TAKULIBI,MUHANYA KAYA PANAI"
saginculiuulll liulll....saginculiullll liullll...
Haha

Sarunai, atawa puput serunai, adalah ngaran alat musik aerofonik (tiup) nang dipinandui di Indonésia sabagai alat musik tradisional di masyarakat Minang dan Banjar. Palih unik tumatan sarunai adalah hujungnya nang mangambang, bapungsi gasan mangganali volume suara. Nah...itu ngarannya bimbi.

Badudus

Badudus mempunyai fungsi yang hampir sama dengan bapapai mandi-mandi pengantin, hanya saja badudus lebih rumit dalam persyaratannya. Dalam upacara badudus untuk keluarga kerajaan atau keturunan bangsawan yang akan dimandikan sehingga sering kali diiringi dengan upacara kebesaran kerajaan.


Perlengkapan dalam upacara badudus:
1. mayang pinang yang masih dalam upung (pembungkus mayang)
2. tempat air (mangkok, tajau/tempayan)
3. nyiur anum (kelapa muda) yang telah dipangkas bagian tangkai dan bawah, diletakkan dua buah di hadapan kedua mempelai
4. minyak likat baboreh (minyak olahan khas Banjar)
5. sasanggan (sejenis baskom dari kuningan)
6. tapih balipat (sarung yang ditumpuk dengan bentuk khusus untuk tempat duduk mempelai)
7. kasai kuning (bedak yang dicampur dengan kunyit dan air)
8. piduduk
9. cermin dan lilin
Tata cara upacara badudus:
1. kedua mempelai duduk di atas sasanggan yang dibalik dekat dengan piduduk
2. seluruh badan diolesi/dipercik-percikkan minyak likat baboreh
3. kemudian mulai dimandikan dengan air yang ada di dalam tajau yang sudah dimasukkan mayang pinang didalamnya oleh sesepuh yang ditugaskan untuk memandikan.
4. pada curahan air terakhir, dicurahkanlah “banyu bagantung” (air dari kelapa muda) kepada kedua mempelai
5. setelah selesai mandi, kedua mempelai didudukkan pada tapih balipat
6. telapak kaki kedua mempelai diberi coretan cacak burung (+) dengan kunyit dicampur kapur tujuannya agar tidak diganggu roh/makhluk halus
7. setelah itu masih di posisi duduk di atas tapih balipat, kedua mempelai dikelilingi lilin dan cermin sebanyak 3 kali
8.terakhir kedua mempelai diolesi kasai kuning dengan tujuan kedua mempelai terlihat kuning berseri, biasanya akan hilang dalam waktu tiga hari.
Dalam upacara badudus yang pernah dilakukan oleh Sultan Banjar H. Khairul Saleh, sumber air diambil dari 7 tempat bersejarah di Kalimantan Selatan.
Demikian sekilas upacara badudus untuk memandikan keluarga kerajaan dalam adat Banjar.
(sumber : Datu Mangku Adat Kesultanan Banjar H. Syarifuddin R)

Aruh Baharin

Si Ampun Foto IG by : akbar_setiawan03 

Aruh Baharin adalah upacara adat yang digelar oleh masyarakat Suku Dayak Dusun Halong yang berdomisili di Desa Kapul, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia, setelah musim panen padi ladang (pahumaan) usai.Dalam tradisi mereka, beras hasil panen (baras hanyar) belum boleh dimakan sebelum menggelar upacara Aruh Baharin. Biasanya, upacara adat ini dipusatkan di balai adat, rumah adat, atau di tempat-tempat khusus yang sengaja dibuat untuk keperluan upacara. 

Secara historis, Aruh Baharin adalah upacara adat masyarakat Suku Dayak Dusun Halong yang menganut agama Kaharingan (agama Suku Dayak) untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada Yang Maha Kuasa atas penganugerahan hasil panen padi ladang yang melimpah, dan sekaligus penghormatan terhadap arwah para leluhur yang diyakini senantiasa melindungi mereka dari malapetaka.
•
Jangan mengambil sesuatu selain gambar.
Jangan membunuh apa pun selain waktu.
Jangan tinggalkan SAMPAH, selain jejak Kaki dan Kenangan.
Mulai lah dari kesadaran kita sendiri, buanglah sampah pada tempatnya. 
Agar tidak merusak tempat wisata yang indah ini.
Munnya kada kita, kada siapa lagi yang manjaga.

Vihara Buddha Sasana Pelaihari

Si Ampun Foto IG By : galangborneo

Vihara Buddha Sasana Pelaihari
Tepatnya berada di Jl. Hadji Boejasin Kelurahan Angsau. Vihara ini merupakan yang terbesar di kalimantan selatan,berdiri tahun 1978. Sementara tanah vihara ini sangat luas, menurut berbagai sumber mencapai +_10 hektare. Sedangkan di sekelilingnya terdapat kolam ikan mas koi yang sangat menarik.
⬆
Top