Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Musik Panting Kalimantan Selatan

Musik Panting adalah musik tradisional dari suku Banjar di Kalimantan Selatan. Disebut musik Panting karena didominasi oleh alat musik yang dinamakan Panting, sejenis gambus yang memakai senar (panting) maka disebut musik Panting.

Sejarah

Pada awalnya musik Panting berasal dari daerah Tapin, Kalimantan Selatan. Panting merupakan alat musik yang dipetik yang berbentuk seperti gambus Arab tetapi ukurannya lebih kecil.
Pada waktu dulu musik panting hanya dimainkan secara perorangan atau secara solo. Karena semakin majunya perkembangan zaman dan musik Panting akan lebih menarik jika dimainkan dengan beberapa alat musik lainnya, maka musik panting sekarang ini dimainkan dengan alat-alat musik seperti babun, gong,dan biola dan pemainnya juga terdiri dari beberapa orang. Nama musik panting berasal dari nama alat musik itu sendiri, karena pada musik Panting yang terkenal alat musiknya dan yang sangat berperan adalah Panting, sehingga musik tersebut dinamai musik panting. Orang yang pertama kali memberi nama sebagai musik Panting adalah A. Sarbaini. Dan sampai sekarang ini musik Panting terkenal sebagai musik tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan.

Tokoh-tokoh

Pada umumnya orang yang memainkan musik Panting adalah masyarakat Banjar. Tokoh yang paling terkenal sebagai pemain Panting adalah A. Sarbaini.
Dan ada juga grup-grup musik Panting yang lain. Tetapi sekarang ini seiring dengan adanya perkembangan zaman grup musik Panting menjadi semakin sedikit bahkan jarang ditemui.

Alat-alat musik

Alat-alat musik Panting terdiri dari :
  • Panting, alat musik yang berbentuk seperti gabus Arab tetapi lebih kecil dan memiliki senar. Panting dimainkan dengan cara dipetik.
  • Babun, alat musik yang terbuat dari kayu berbentuk bulat, ditengahnya terdapat lubang, dan di sisi kanan dan kirinya dilapisi dengan kulit yang berasal dari kulit kambing. Babun dimainkan dengan cara dipukul.
  • Gong, biasanya terbuat dari aluminium berbentuk bulat dan ditengahnya terdapat benjolan berbentuk bulat. Gong dimainkan dengan cara dipukul.
  • Biola, sejenis alat gesek.
  • Suling bambu, dimainkan dengan cara ditiup.
  • Ketipak, bentuknya mirip tarbang tetapi ukurannya lebih kecil, dan kedua sisinya dilapisi dengan kulit.
  • Tamburin, alat musik pukul yang terbuat dari logam tipis dan biasanya masyarakat Banjar menyebut tamburin dengan nama guguncai.

Cara penyajian

Menurut cara penyajiannya Panting termasuk jenis musik ansambel campuran. Karena terdiri dari berbagai jenis alat musik. Dalam pertunjukan musik Panting, biasanya jumlah pantingnya sebanyak 3 buah dan ditambah alat-alat musik lainnya. Musik panting disebut juga dengan nama japin apabila penyajiannnya diiringi dengan tarian. Musik panting disajikan dengan lagu-lagu yang biasanya bersyair pantun.
Pantun tersebut berisi nasihat ataupun pantun petuah, dan pantun jenaka. Lagu yang dinyanyikan monotor, yang artinya musik tersebut dinyanyikan tanpa ada reff.
Pemain musik Panting memainkan musik tersebut dengan cara duduk, para pemain laki-laki duduk dengan bersila, sedangkan pemain perempuan duduk dengan bertelimpuh. Para pemain musik Panting pada umumnya mengenakan pakaian Banjar. Yang laki-laki mengenakan peci sebagai tutup kepala sedangkan pemain perempuan menggunakan kerudung.

Fungsi

Musik Panting mempunyai fungsi sebagai :
  • Sebagai hiburan, karena musiknya dan syair-syairnya yang kadang-kadang jenaka dan dapat menghibur orang banyak. Oleh karena itu, musik panting sering digunakan pada acara perkawinan.
  • Sebagai sarana pendidikan, karena di dalam musik Panting syainya berisi tentang nasihat-nasihat dan petuah.
  • Sebagai musik yang memiliki nilai-nilai agama, karena musik-musiknya mengandung unsur-unsur agama.
  • Untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama warga masyarakat.
  • Sebagai kesenian musik tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan.

Sumber artikel www.visitkalsel.com

Mengenal Tari Tradisional Baksa Kembang, Kalimantan Selatan!

Sesuai dengan namanya sob, tarian Baksa Kembang membawa pesan kelembutan yang tulus seperti diajarkan sang Putri Kuripan pada masa Kerajaan Dipa dan Daha. Karena itulah, tarian ini seringkali ditampilkan untuk menyambut tamu. Lewat setiap gerakan tarian Baksa Kembang yang lemah gemulai, para tamu diperkenalkan dengan sikap lembut nan tulus yang menjadi ciri khas suku Banjar sejak dahulu.

TARI BAKSA KEMBANG

Kata “Baksa” dalam bahasa setempat berarti “kelembutan”. Sedangkan kata “kembang” mengacu pada sebuah peristiwa ketika Putri Kuripan, sang kekasih dari Pangeran Suria Wangsa Gangga dari Kerajaan Dipa dan Daha, memberi setangkai bunga teratai merah kepada pasangannya itu. Rangkaian gerak dalam tari Baksa Kembang secara runut menggambarkan peristiwa tersebut, yakni penari berperan sebagai sang putri yang anggun sedang berada di taman istana, lalu memetik bunga-bunga yang dirangkai menjadi kembang bogam yakni hasil perpaduan dari bunga mawar, bunga kantil, bunga kenanga dan melati. Rangkaian bunga ini nantinya yang akan diberikan pada tamu yang datang berkunjung.

Tarian ini biasanya dimainkan oleh penari tunggal atau dapat pula secara berkelompok dengan jumlah anggota ganjil sambil mengenakan busana khas, selendang dan mahkota ‘gajah gemuling’ yang terdiri dari dua rangkaian kembang bogam serta anyaman kelapa muda yang disebut ‘halilipan’. Musik pengiring tari Baksa Kembang adalah gamelan yang berirama lagu baku, seperi Ayakan dan Jangklong atau sering disebut Kambang Murni.

Awalnya, tarian ini hanya ditarikan di lingkungan Keraton Banjar untuk menghibur keluarga keraton ataupun menyambut tamu-tamu kerajaan. Pada masa sekarang, Tari Baksa Kembang dapat pula ditemui dalam acara-acara pernikahan, acara-acara adat dan penyambutan tamu penting.
Baca artikel Musik Panting

Sumber artikel : www.visitkalsel.com 

Buah Gitaan

Si Ampun Foto IG By : Ninasyabila69

Kalimantan Selatan kaya akan berbagai jenis tanaman buah, namun sebagian besar juga mulai sulit dicari. Gitaan adalah salah satu jenis buah yang mulai sulit ditemukan di Kalimantan Selatan. Buah Gitaan mungkin bisa dilihat di lapak pedagang tradisional di pinggir jalan provinsi Kalimantan Selatan dan pada "musim buah" saja.
 
Saat ini, awal bulan Desember 2014, buah Gitaan mulai terlihat dijual oleh pedagang buah kecil di sekitar Astambul Kabupaten Banjar. Buah Gitaan memang bukanlah buah kesukaan banyak orang. Buah yang memiliki rasa asam-asam manis tersebut, daging buahnya agak tipis dan agak berlendir/berair. Warna biji coklat, pipih dengan ukuran panjang 2,1-2,5 cm, lebar 1,3-1,5 cm.

Tanaman Gitaan tumbuh merambat, dengan ukuran batang sebesar lengan orang dewasa dan berwarna coklat, dan bergetah putih. Daunnya berbentuk lanceolatus, dengan ujung dan pangkal daun meruncing, berwarna hijau tua. Buahnya bulat, dengan kulit halus, berwarna hijau ketika masih muda dan berwarna hijau kekuningan hingga orange ketika sudah masak.

Tanaman Gitaan masih dapat ditemukan di wilayah Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan. -BPTP KALSEL


Sarunai

Si Ampun Foto IG By : Sultan_Banjar

Pernah bamainan atau mendangar lagu cuk cuk bimbi???
"CUK CUK BIMBI,BIMBI KU DALAM SARUNAI.
TACUCUK TAKULIBI,MUHANYA KAYA PANAI"
saginculiuulll liulll....saginculiullll liullll...
Haha

Sarunai, atawa puput serunai, adalah ngaran alat musik aerofonik (tiup) nang dipinandui di Indonésia sabagai alat musik tradisional di masyarakat Minang dan Banjar. Palih unik tumatan sarunai adalah hujungnya nang mangambang, bapungsi gasan mangganali volume suara. Nah...itu ngarannya bimbi.

Badudus

Badudus mempunyai fungsi yang hampir sama dengan bapapai mandi-mandi pengantin, hanya saja badudus lebih rumit dalam persyaratannya. Dalam upacara badudus untuk keluarga kerajaan atau keturunan bangsawan yang akan dimandikan sehingga sering kali diiringi dengan upacara kebesaran kerajaan.


Perlengkapan dalam upacara badudus:
1. mayang pinang yang masih dalam upung (pembungkus mayang)
2. tempat air (mangkok, tajau/tempayan)
3. nyiur anum (kelapa muda) yang telah dipangkas bagian tangkai dan bawah, diletakkan dua buah di hadapan kedua mempelai
4. minyak likat baboreh (minyak olahan khas Banjar)
5. sasanggan (sejenis baskom dari kuningan)
6. tapih balipat (sarung yang ditumpuk dengan bentuk khusus untuk tempat duduk mempelai)
7. kasai kuning (bedak yang dicampur dengan kunyit dan air)
8. piduduk
9. cermin dan lilin
Tata cara upacara badudus:
1. kedua mempelai duduk di atas sasanggan yang dibalik dekat dengan piduduk
2. seluruh badan diolesi/dipercik-percikkan minyak likat baboreh
3. kemudian mulai dimandikan dengan air yang ada di dalam tajau yang sudah dimasukkan mayang pinang didalamnya oleh sesepuh yang ditugaskan untuk memandikan.
4. pada curahan air terakhir, dicurahkanlah “banyu bagantung” (air dari kelapa muda) kepada kedua mempelai
5. setelah selesai mandi, kedua mempelai didudukkan pada tapih balipat
6. telapak kaki kedua mempelai diberi coretan cacak burung (+) dengan kunyit dicampur kapur tujuannya agar tidak diganggu roh/makhluk halus
7. setelah itu masih di posisi duduk di atas tapih balipat, kedua mempelai dikelilingi lilin dan cermin sebanyak 3 kali
8.terakhir kedua mempelai diolesi kasai kuning dengan tujuan kedua mempelai terlihat kuning berseri, biasanya akan hilang dalam waktu tiga hari.
Dalam upacara badudus yang pernah dilakukan oleh Sultan Banjar H. Khairul Saleh, sumber air diambil dari 7 tempat bersejarah di Kalimantan Selatan.
Demikian sekilas upacara badudus untuk memandikan keluarga kerajaan dalam adat Banjar.
(sumber : Datu Mangku Adat Kesultanan Banjar H. Syarifuddin R)

Aruh Baharin

Si Ampun Foto IG by : akbar_setiawan03 

Aruh Baharin adalah upacara adat yang digelar oleh masyarakat Suku Dayak Dusun Halong yang berdomisili di Desa Kapul, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia, setelah musim panen padi ladang (pahumaan) usai.Dalam tradisi mereka, beras hasil panen (baras hanyar) belum boleh dimakan sebelum menggelar upacara Aruh Baharin. Biasanya, upacara adat ini dipusatkan di balai adat, rumah adat, atau di tempat-tempat khusus yang sengaja dibuat untuk keperluan upacara. 

Secara historis, Aruh Baharin adalah upacara adat masyarakat Suku Dayak Dusun Halong yang menganut agama Kaharingan (agama Suku Dayak) untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada Yang Maha Kuasa atas penganugerahan hasil panen padi ladang yang melimpah, dan sekaligus penghormatan terhadap arwah para leluhur yang diyakini senantiasa melindungi mereka dari malapetaka.
•
Jangan mengambil sesuatu selain gambar.
Jangan membunuh apa pun selain waktu.
Jangan tinggalkan SAMPAH, selain jejak Kaki dan Kenangan.
Mulai lah dari kesadaran kita sendiri, buanglah sampah pada tempatnya. 
Agar tidak merusak tempat wisata yang indah ini.
Munnya kada kita, kada siapa lagi yang manjaga.

Vihara Buddha Sasana Pelaihari

Si Ampun Foto IG By : galangborneo

Vihara Buddha Sasana Pelaihari
Tepatnya berada di Jl. Hadji Boejasin Kelurahan Angsau. Vihara ini merupakan yang terbesar di kalimantan selatan,berdiri tahun 1978. Sementara tanah vihara ini sangat luas, menurut berbagai sumber mencapai +_10 hektare. Sedangkan di sekelilingnya terdapat kolam ikan mas koi yang sangat menarik.

Bapukung adalah

Si ampun foto by ig : desajihing

Bapukung adalah cara turun temurun menidurkan bayi agar tidurnya lelap, Cara tradisonal ini terus menerus dilakukan bagi masyarakat suku dayak. Cara ini sangat efektif untuk menindurkan bayi yang cerewet, atau istilah bahasa dayak ruku mapam yaitu ketangkangan.
Siapa diantara kamu saat masih kecil pernah di tidurkan di ayunan dengan cara bapukung seperti ini?

Yang pasti masa kecilmu penuh cerita😂

Bukit Patra Bulu Karang Intan

Si ampun foto by ig :  donaslviayu_

Bukit Patra Bulu adalah bukit tertinggi yang bisa disaksikan dari Desa Awang Bangkal yang berada tepat di kaki bukit itu. Hijau pepohonan dengan puncaknya setiap pagi diselimuti kabut selalu nyaman dipandang. 

Wajar jika para pencinta alam pun sempat menjadikan kawasan puncak Patra Bulu sebagai tempat menghabiskan waktu setiap malam Minggu.

Baca juga artikel : Pesona Pendulangan Intan Cempaka,Mendulang intan dan emas

Sesampainya dipuncak terlihat jelas cahaya lampu dari pemukiman penduduk yang terlihat sangat indah dan juga ditambah dengan pemandangan matahari menjelang terbit seakan membuat semua beban dipikiran hilang dengan sekejap. 

Jika anda memang mau mendaki bukit Patra Bulu apalagi dimalam hari harap bawa penerangan yang cukup untuk meminimalisir kecelakaan ketika melakukan penanjakan di trek yang cukup terjal dan adanya jurang-jurang, jangan lupa juga bawa minuman yang cukup karena diatas tidak ada orang yang jualan air.


Location: Bukit Patrabulu Desa awang bangkal, kec. Karang Intan, kab. Banjar, Kalimantan Selatan

Festival Jukung Bungas - Dirgahayu kota Banjarmasin yang ke 491

Si ampun foto by ig : kekinian_poenya
 Si ampun foto by ig : hafizbiru
Dirgahayu kota Banjarmasin yang ke 491. Semoga makin berjaya dan lebih baik kedepannya.
Loc: Menara Pandang,Siring Banjarmasin Kalimantan Selatan

Panjat pinang Versi Orang Dayak

Si ampun foto by ig : pesonaindahborneo

Namanya naik "manau" dari dayak "deah" Tabalong kalimantan selatan.

Tahta Emas Sultan Banjar

Si ampun gambar by ig : kisah_banjar

Salah satu simbol status yang paling penting dari seorang raja atau sultan adalah takhta kerajaan. regalia lainnya yang menggambarkan status kerajaan meliputi persenjataan, seperti perisai dan tombak, dan juga payung kerajaan atau payung umbul umbul raja. Barang-barang ini, selama upacara formal, selalu ditempatkan di dekat sultan.

Tahta khusus ini dulu milik Sultan Adam Alwasiqubillah, raja 29 dari Banjar, menghitung dari era Hindu, atau 12 Sultan Banjar, sejak kedatangan Islam. Ia selama pemerintahannya menerapkan hukum Islam yang ditulis secara resmi yang diadopsi untuk Kerajaan Banjar dan dinamakan Undang Undang Sultan Adam. Makam beliau berada di martapura,Kursi emas ini disimpan dan dipajang di Museum Nasional Indonesia Jakarta.

Monumen Perjuangan Revolusi Kemerdekaan - Tanah Laut

Si ampun gambar by ig : razma_razma

"Monumen Perjuangan Revolusi Kemerdekaan"


Disini tidak hanya wisata sejarah yang kita dapatkan tapi juga wisata alam. Saya belum pernah melihat monumen yang lokasinya begitu indah seperti ini, yakni dikawasan padang rumput yang luas dengan bukit jadi backgroundnya,apa ada yang pernah ke sini,apa nama bukitnya,bisa tinggalkan dikolom komentar,terima kasih.

Lokasi : Desa Batakan Kec.Panyipatan Kab.Tanah Laut Kalsel

Tawa penjual ikan pakasam (iwak pakasam)

Si ampun gambar by ig : fajardaps

Tawa penjual ikan pakasam (iwak pakasam) dalam bahasa banjarnya, merupakan salah satu ciri khas dari kalimantan selatan, kota Barabai, kurang lebih sekitar 25 tahun sudah berjualan di Pasar Barabai, kata salah seorang penjual iwak pakasam ini. pasar Barabai, Kab.Hulu Sungai Tengah.

Sungai Martapura - Kalimantan Selatan

Si ampun foto by ig : hijaumuda_


Pemandangan di foto sama nang kaya lagu pambatangan,pas banar.

Matan di hulu
Mambawa rakit bagandengan
Bahanyut matan di udik Barito
Awal hari baganti minggu
Siang dan malam Waktu hari baganti hari
Istilah urang mancari rajaki Kada talapas lawan gawi
Panas hujan kada manjadi papantangan
Kada heran tatap dirasaakan
Mananjak batang sambil barami-ramian
Akhirnya sampai katujuan a..a..a..
Inilah nasib manjadi urang pambatangan
Amun nasib sudah ditantuakan
Insya Allah ada harapan.

Kampung Sasirangan

Si ampun gambar by ig : adifaisalmd


Kampung Sasirangan di jalan Seberang Mesjid adalah kampung pengrajin kain khas Kalimantan Selatan. Yang dimana kain ini dulunya bernama kain Langgundi yang artinya kain tenun berwarna kuning. Kain langgundi adalah pakain sehari-hari pada masa Kerajaan Negara Dipa di Amuntai. Pada suatu ketika Putri Junjung Buih menginginkan kain itu dipakai saat berada dialam manusia dan Lambung Mangkurat pun mensetujuinya. Setelah Putri Junjung Buih memakai kain langgundi tadi, masyarakat pun tidak pernah lagi memakai karena takut dan kualat karena kain tadi sudah jadi pakain Putri Junjung Buih 👸 (cerita singkatnya). 

Meskipun demikian kain langgundi tidaklah punah dan masih ada yang membuatnya tapi bukan untuk pakain sehari-hari melainkan untuk mengobati orang penyakit pingitan (penyakit yang berasal dari ulah para arwah leluhur) dan namanya pun berubah menjadi sasirangan. Akan tetapi dengan seiringnya waktu, kain sasirangan tadi untuk mengobati orang sakit sudah hampir tidak ada lagi dan sekarang kain sasirangan dijadikan sebagai fashion 👢👗👚 (Ras, 1968 : Baris 725-735, Hikajat Bandjar). 

Cara pembuatan kain ini dengan digambar motif-motif yang ada dikain, setelah itu ditusuk jelujur dan ditarik sampai menyusut. Selanjutnya motif-motif tadi biar kelihatan, terlebih dahulu diikat dengan karet gelang sehingga dalam proses pencelupan warna kain tadi memiliki berbagai macam warna 📏. . Istilah sasirangan pun diambil dari kata "sa" yaitu satu dan "sirang" artinya jelujur. Jadi kain sasirangan memiliki arti dibuat satu jelujur. Kain sasirangan ini bisa juga disebut batik kalsel, karena dengan motif yang hampir sama. Tapi jika dikatakan sama persis tidak juga, karena motif sasirangan beragam, antara lain motif gigi haruan, halilipan, iris pudak, naga balimbur dan masih banyak lagi

Museum Wasaka Kalimantan Selatan

 Si ampun foto by ig: irfanthalibb

Museum Wasaka adalah singkatan dari Waja Sampai Kaputing yang merupakan motto perjuangan rakyat Kalimantan Selatan. Tempat wisata sejarah ini berada di Jalan H. Andir, Kampung Kenang Ulu, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. Arsitektur bangunannya adalah rumah adat Banjarmasin yang berbentuk panggung dengan atap tinggi.

Di dalamnya, terdapat berbagai koleksi foto, mesin ketik, seragam perjuangan, dan senjata yang digunakan untuk melawan penjajah seperti keris dan senjata api milik Belanda yang berhasil dirampas. Selain itu, ada sebuah sepeda tua yang dahulu digunakan untuk mengantar surat secara sembunti-sembunyi.

Yang menarik adalah adanya teks proklamasi yang dibuat pada tanggal 17 Mei 1949. Isi teks ini berbeda dengan teks proklamasi yang banyak diketahui rakyat Indonesia selama ini. Hal ini dikarenakan menurut Perjanjian Linggarjati, Kalimantan tidak masuk dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meskipun demikian, rakyat Kalimantan masih terus berjuang untuk menjadi bagian dari NKRI dan berhasil menyatakan kemerdekaannya empat tahun setelah Bung Karno membacakan teks proklamasi. Selain teks proklamasi banyak benda2 sejarah, karikatur perjuangan rakyat kalsel dan benda2 milik Ir. Hasan Basry yg merupakan tokoh perjuangan rakyat Kalsel.

Museum Wasaka buka setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional, mulai pukul 08:30 sampai 12:30. Anda tidak dikenakan biaya untuk masuk ke sini.
Museum ini banyak di kunjungi wisatawan baik lokal maupun nasional, bahkan ada juga wisatawan internasional.

Bahasa Banjar Dalam Kajian Komparatif

Penutur Bahasa Banjar


  Dalam beberapa publikasi, penduduk asli kalimantan sering diidentifikasi dengan sebutan 'orang dayak' (Riwut, 1979:1;Bondan,1953:5). Identifikasi ini didasarkan pada sistem budaya dan bahasa yang mereka miliki. Bagi penduduk Kalimantan yang bahasanya banyak memperlihatkan persamaannya dengan bahasanya melayu, didentifikasi sebagai orang melayu dan bahasanya diidentifikasi sebagai bahasa melayu. Sedangkan bagi yang tidak identik dengan bahasa melayu diidentifikasi sebagai bahasa-bahasa dayak dan para penuturna dinamakan 'orang Dayak'.

 Dalam kehidupan sehari-hari sebutan atau istilah 'Dayak' dan 'Melayu' kurang populer. Orang-orang adayak yang bertumpah darah di kalimantan selatan, Tengah, Barqt, dan timur cenderung mengidentifikasi diri dan kelompoknya dengan sebutan seperti orang katingan, orang hulu sungai, orang kapuas, orang bakumpai, orang sampit, orang buntok, orang palangka raya, prang purukcahu, orang tewe,orang tamiang layang, orang bukit, orang pasir, yang didasarkan pada nama wilayah atau kampung tempat tinggal mereka. Di samping itu ada pula sebutan yang sudah mengarah ke sebutan sebagai kelompok etnis seperti sebutan orang Ngaju, orang maanyan, orang lawanganm orang benoa, orang kenyah, orang tidung, dsb. Demikian pula bagi kelompok-kelompok yang diidentifikasi sebagai orang melayu menamakan diri dan kelompoknya sebagai orang banjar, orang kutai, dsb. Kelompok melayu umumnya bermukim di sepanjanga pesisir Pulau kalimantan yang bebatasan dengan laut Jawa.

  Bahasa Banjar merupakan salah satu bahasa di kalimantan yang wilayah pemakaiannya meliputi kalimantan tengah dan kalimantan timur, disamping kalimantan selatan sebagai wilayah penuturaslinya. Hampir semua penutur bahasa\bahasa Dayak mampuberkomunikasi dalam bahasa banjar. Oleh karenanya bahasa banjar sering pula berperan sebagai bahasa perhubungan antar kelompok tutur di ketiga wilayah tersebut di samping bahasa indonesia. Sedangkanmengenai pemakaian bahasa banjar di perantauan (di Riau dan Malaysia) belum ada keterangan yang cukup memadai kecuali perihal eksodus orang banjar ke indragiri hilir.

Lanjutkan Baca :  Bahasa Banjar Dalam Kajian Komparatif
⬆
Top